Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 September 2012

Kesaksian Iblis


Dari Muadz bin Jabal dari Ibu Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seorang dari luar rumah: ”wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku“
Rasulullah bersabda: ”Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu”. Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya. ”Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasullulah”. Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik”.
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”, Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: ”Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.
“Siapa yang memaksamu?”
“Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”.
*Orang yang dibenci Iblis*
Rasulullah SAW lalu bertannya kepada iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah makhluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?” tanya Rasulullah
“Pemuda yang bertaqwa memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang alim dan wara’ (loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang yang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain?”
“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar”.
“Selanjutnya apa?”
“Orang yang bersyukur”
“Apa tanda kesukurannya?”

Kamis, 30 Agustus 2012

Manajemen Waktu Kuliah dan Organisasi


Welcome for MABA JAK J
Gimana nih pengalaman organisasi kalian semua? Ada yang pernah ikut OSIS? Atau Organisasi lain? Pasti udah pada tau dong suka dukanya berorganisasi???
Nah... di kampus JAK tercinta ini ada organisasi namanya Sentra Kerohanian Islam (SKI) AL-A’Laa. Berorganisasi di kampus lebih mandiri, berbeda dengan OSIS di SMA yang guru-gurunya masih turut membantu. Disini semua akan di ulas, manajemen kuliah dan organisasi khususnya berorganisasi dunia-akherat รจ Dakwah!
Seorang mahasiswa akan memperoleh nilai tambah, jika ia tidak hanya sibuk dengan nilai akademis tetapi juga aktif berorganisasi. Mengapa dikatakan nilai tambah? Karena dengan berorganisasi, ia bakal terbiasa bekerjasama dengan orang lain ( work as a team ), memiliki jiwa kepemimpinan (work as a leader) , terbiasa bekerja dengan manajemen ( work with management ). Di masa depan, skill tersebut sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia yang sebenarnya. Tetapi kadang seorang mahasiswa aktivis organisasi menemui kendala dalam membagi waktu antara kuliah dan organisasi. Ada beberapa tips yang dapat diterapkan:
1. Tentukan atau renungi kembali visi hidupmu
Visi adalah pandangan ke depan yang menggambarkan jadi apa kamu kelak. Misi adalah hal-hal yang dilakukan untuk mencapai visi. Visi adalah jawaban atas pertanyaan,
"Apa yang paling penting bagimu?", "Apa yang memberi makna dalam hidupmu?", "Kamu ingin jadi apa dan apa yang ingin kamu lakukan dalam hidupmu?" Jadi, bila visimu adalah "Mahasiswa Plus", memang seharusnya kamu merencanakan dan mengatur segalanya
2. Aturlah hal-hal berikut:
a. Waktu.
Biasakan memenej perencanaan waktu. Buatlah jadwal kuliah dan kegiatan organisasi dalam satu timeline yang detail - baik hari, jam, dan tempatnya. Kamu bisa menulisnya di ponsel atau di buku agenda.
b. Prioritas

• Kuadran I:
Dahulukan yang penting dan mendesak, yaitu: krisis, pekerjaan-pekerjaan yang memiliki deadline, sakit atau kecelakaan-dan harus segera ke dokter, dsb.
• Kuadran II:
Penting tapi tidak mendesak. Ini adalah kuadran kualitas. Perencanaan jangka panjang, mengantisipasi dan menanggulangi masalah-masalah, memberi wewenang pada orang lain, memperluas cakrawala berpikir (membaca buku, surfing internet), membangun hubungan sosial (menengok orang sakit, menghadiri undangan perkawinan, dll).
• Kuadran III:
Bayang-bayang dari Kuadran I. Kuadran ini seesungguhnya, tidak penting tetapi kadang penting lagi mendesak. Kuadran III adalah kuadran tipuan. Jangan salah nilai! Kita sering mengira aktivitas tertentu adalah aktivitas Kuadran I yang mana kadang terlihat mendesak, padahal tidak (telepon yang berdering, suara sms, kunjungan tamu dadakan). Kalaupun penting, mungkin untuk orang lain - but might be not for you.
• Kuadran IV:
Kuadran pemborosan. Ini terjadi karena kita sering terjebak pada Kuadran I dan III sehingga kita sering melarikan diri ke Kuadran IV untuk bertahan; nonton TV / VCD / main game sampai kecanduan, membaca novel picisan hingga "muak", ngerumpi tanpa batas.
Cobalah senantiasa mencermati prioritasmu dan usahakan selalu berada di Kuadran II dan sekali di Kuadran I-jika memang sangat mendesak. Jangan tertipu dan terjebak di Kuadran III dan IV.
c. Komunikasi.
Biasakan bersikap dan berkomunikasi asertif. Contoh: besok, kamu menghadapi ujian semester. Akan tetapi, kamu juga memiliki agenda rapat yang - tampaknya-mendesak.Dalam situasi ini, kamu harus berani mengatakan tidak-tapi tetap dalam koridor kesantunan. Tes semester adalah Kuadran I, sedangkan rapat organisasi, bisa jadi, penting bagi orang lain, tapi mungkin tidak bagimu. Rapat bisa diganti waktu lain, namun tes semester tidak bisa.
d. Jangan menunda pekerjaan.
Menunda pekerjaan adalah kebiasaan buruk dan tidak bertanggung jawab yang menyebabkan kita sering terjebak pada Kuadran I secara membabibuta. Kita bisa tiba-tiba merasa semua pekerjaan pada deadline-nya. Padahal jika kita terbiasa mencicil pekerjaan-pekerjaan yang dipercayakan atau dibebankan pada kita, tidak akan berakhir sedemikian naasnya. Biasakanlah setiap hari: membaca kembali kuliah yang diberikan dosen, meringkas buku diktat kuliah, merencanakan kegiatan setiap hari. Meski terasa berat di awal, namun kamu bakal memetik hasil yang menyenangkan di bagian akhir dalam hidupmu, Insya Allah.
Sumber: Annida, No.8/XVII, April 2008
Rubrik Studia bersama psikolog Setiawati Intan Savitri

Rabu, 08 Agustus 2012

jalan ke atas tidak selalu mulus

alur pemikiran awal, dinamis, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan peruabahan tersebut, tapi yakinlah kawan. tidak ada yang sia - sia selama kita ikhlas berjuang. meskipun terkadang rintangan itu seperti membawa sepeda untuk naik keatas bukit, tapi yakinlah kawan, akan ada sesuatu "berbeda" yang akan kita rasakan dipuncaknya nanti,..kepuasan atas hasil keringat kita sendiri.

Selasa, 13 September 2011

always be there-maher zain

its so beautifful,.

Alllahu Akbar…

If you ask me about love
And what i know about it
My answer would be
It’s everything about Allah
The pure love, to our souls
The creator of you and me,the heaven and whole universe
The one that made us whole and free
The guardian of HIS true believers
So when the time is hard

There’s no way to turn
As HE promise HE will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us

So when the time is hard
There’s no way to turn
As HE promise HE will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And HE knows what’s in all in our heart

So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise HE will always be there…

HE bring ourselves from the darkness into the light
Subhanallah praise belongs to YOU for everything
Shouldn’t never feel afraid of anything
As long as we follow HIS guidance all the way
Through the short time we have in this life
Soon it all’ll be over
And we’ll be in His heaven and we’ll all be fine

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As HE promise He will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And HE knows what’s in all in our heart

So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise HE will always be there…

Allahu Akbar…

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As HE promise He will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And he knows what’s in all in our heart

So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise HE will always be there…

Allahu Akbar…

Jumat, 29 Juli 2011

belum ada judul (hanya sebuah inspirasi)



Dulu ketika masih muda, aku punya pikiran untuk mengubah dunia, aku mulai berusaha, namun apa daya semua hanya sia – sia karena aku sadar ketika aku menginjak bangku smp aku tak punya daya apa apa, aku lalu memutar otak untuk berhenti mengubah dunia dan mulai berpikir untuk mengubah Negara ini, Negara Indonesia, aku mulai berpikir apa yang bisa aku berikan dan apa yang bisa aku perjuangkan untuk negaraku, tapi lama kelamaan aku pun mulai berpikir,… apakah aku bisa mengubah Negara ini, aku hanyalah seorang pria smp yang hanya banyak impian tanpa ada usaha, diriku pun langung berpikir dan kurenungkan apa yang bisa kulalukan, dan akupun sadar bahwa aku yang seperti ini pun sulit bahkan akan sangat sulit untuk mengubah Negara. Akupun tersadar dan mulai berpikir untuk mengubah keluargaku, …tapi apa daya lagi – lagi mereka tidak menggubrisku,..
Dan pada akhirnya, ketika aku mulai beranjak menua, aku pun sadar, aku harus mengubah diriku sendiri sebelum aku bisa mengubah mereka,. Mungkin dengan merubah diri sendiri aku bisa memberikan teladan kepada keluargaku, dan pada akhirnya aku akan bisa mengubah mereka, dan ketika aku bisa mengubah mereka, mungkin aku bisa mengubah,…sedikit demi sedikit,..negara ini, dan pada akhirnya aku bisa mengubah Negara,..dengan apa yang aku punya sekarang,.. tak peduli berapapun nilai IP mu,.. semua tak ka nada artiyna ketika kau tak menlakukan apa apa untuk mengubah apa yang ada disekitarmu, minimal dikeluargamu, semoga apa yang aku lakukan sekarang ini berguna bagi keluargaku, bagi negaraku, bagi agamaku dan pada akhirnya bagi dunia ini,…meskipun itu hanya sebuah teladan,.. namun itu lebih berarti dari pada seribu kata,…insyaallah,..
By : P07134110072 JAK

Rabu, 27 Juli 2011

andai ramadhan ini yang terakhir


Andai kita tahu ini Ramadhan terakhir..

masih ada kesempatan untuk melaksanakan sholat di awal waktu
sholat yang dikerjakan.. .sungguh khusyuk lagi tawadhu'
tubuh dan qalbu...bersatu memperhamba diri
menghadap Rabbul Jalil... menangisi kecurangan janji
"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...]

andai kita tahu ini Ramadhan terakhir.. ..

tidak akan kita sia siakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan Al-Quran senantiasa kita bacakan dan perdengarkan kehadapan MU ...ya Rabb

andai kita tahu ini Ramadhan terakhir..

setiap malam kita sibukkan dengan
bertarawih.. .berqiamullail. ..bertahajjud. ..
mengadu...merintih. ..meminta belas kasih
"sesungguhnya aku berharap untuk ke syurga-MU
dan....aku tak sanggup untuk ke neraka-MU"

andai kita tahu ini Ramadhan terakhir..

kita akan selalu bersama dengan mereka yang tersayang
kita isi Ramadhan dengan hal yang bermanfaat
kita buru...kita cari..suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan


andai kita tahu ini Ramadhan terakhir..

kita bakal menyediakan batin dan zahir
mempersiapkan diri...rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan ...lorong-lorong ridha Ar-Rahman

Duhai Ilahi...

andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah Ramadhan ini paling berarti...paling berseri...
menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayangMu ...Ya Ilahi
yang bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti

Namun teman....

tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi diri kita
yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah
berusaha...bersiap-siap ...bersedia ...meminta belas-NYA

Marhaban ya Ramadhan,

Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do'a kita di ijabah,

Sebelum cahaya surga padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,

dan untuk menambah khusyu-nya ibadah dibulan yang suci - yang penuh dengan berkah serta ampunan ini, saya pribadi ingin menghaturkan PERMOHONAN MAAF lahir dan bathin,

Semoga kita semua senantiasa berada dalam Rahmat dan Hidayah ALLAH SWT serta selalu sehat dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.

Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,

diunduh dari

yang dilarang dalam pengembangan diri



Jika Anda ingin sukses dalam pengembangan diri, ada hal-hal yang dilarang untuk dilakukan. Jika Anda melakukannya, hal-hal tersebut bisa menghambat bahkan menghalangi Anda menjadi pribadi yang lebih baik.

Pengembangan diri akan menjadikan diri Anda menjadi orang yang lebih baik. Menjadi orang yang hebat, menjadi orang yang unggul, dan menjadi orang yang sukses tentunya.

Artikel lainnya sering kali membahas apa yang harus dilakukan, pada saat ini saya akan membahas apa saja yang tidak boleh dilakukan.

Jangan Malas Dalam Pengembangan Diri

Saya tidak akan membahas lagi tentang malas karena sudah sering dibahas di blog Motivasi Islami ini. Silahkan Anda cari melalui form pencarian, Anda akan menemukan artikel-artikel tentang malas.

Langkah pertama agar Anda tidak menjadi pemalas ialah jangan malas membaca artikel-artikel tentang malas. Biasanya orang malas akan malas membaca artikel tentang malas karena merasa tersindir.
Jangan Manja, Peran Anda Yang Utama

Saat Anda menemukan kesulitan dalam proses pengembangan diri, jangan manja. Jangan cepat minta tolong atau bertanya. Cobalah berusaha sendiri, mencoba sendiri, dan mencari jawaban sendiri jika perlu jawaban. Mungkin ada orang yang mau menolong Anda. Mungkin juga orang merasa jengkel karena Anda manja, sedikit-sedikit minta tolong atau bertanya. Tetapi yang lebih penting ialah Anda akan berkembang jika Anda melalui kesulitan sendiri.

Jika Anda manja, Anda tidak melalui kesulitan karena di tolong orang, maka pelajaran hidup yang Anda dapatkan akan sangat sedikit. Anda akan mendapatkan pelajaran jika Anda berusaha sendiri, mencoba sendiri, dan mencari jawaban sendiri. Mungkin akan gagal berulang kali, mungkin harus berkorban, atau mungkin akan menyakitkan. Tetapi semua itu akan terbayar oleh pelajaran hidup (hikmah) yang sangat berharga. Berproses sama artinya Anda mematangkan diri.
Jangan Mencari Jalan Pintas

Orang yang tidak sabar sering kali ingin mendapatkan jalan pintas. Dia tidak mau melalui proses, maunya langsung berhasil. Ciri orang seperti ini salah satunya ialah orang yang menganggap panduan, teknik, strategi, atau tips sebagai mantra yang menyulap dia menjadi orang hebat secara sekejap.

Padahal, semuanya untuk Anda pelajari, lakukan, dan coba. Mungkin harus berulang-ulang dalam belajar, berulang-ulang dalam mencoba, dan mengalami kegagalan. Itu memang proses dan Anda harus berproses. Tidak ada tongkat ajaib, tidak ada mantra ajaib, karena semuanya perlu proses.

Namun perlu dibedakan dengan cara cerdas. Cara cerdas adalah cara yang pernah dilakukan oleh orang lain, dengan cara yang benar, terbukti berhasil, dan dengan cara yang cepat. Anda tidak perlu meraba-raba cari baru jika ada yang sudah terbukti berhasil. Jika Anda mau belajar lebih jauh tentang cara cerdas, silahkan baca ebook Revolusi Waktu dan Daya Ungkit.
Jangan Mencari Musuh

Satu lagi yang aneh ialah banyak orang yang mau belajar tetapi malah mencari musuh. Mereka butuh bimbingan tetapi memintanya dengan cara yang tidak baik. Saya sering menemukan komentar di blog atau forum-forum yang bertanya dengan cara memaksa dan marah-marah. Padahal mereka butuh bimbingan.

Justru, jika Anda mencari teman, Anda akan banyak mendapatkan “guru” atau penasehat. Siapa pun tidak suka dengan orang yang suka marah-marah atau mencari musuh. Justru, Anda akan dijauhkan.

Para mentor, master, guru, atau pembimbing pastilah orang sibuk. Tidak ada orang hebat yang nganggur, sebab mereka dibutuhkan orang. Oleh karena itu, Anda perlu pendekatan yang baik dan sabar untuk mendapatkan bimbingan dari mereka.
Jangan Bermental Gratisan

Jika Anda menghargai diri sendiri, maka berikan yang terbaik bagi diri Anda. Jangan bermental gratisan, segalanya mau gratis.

“Tapi, saya benar-benar tidak punya uang.”

Anda tetap harus membayar, tidak selamanya dengan uang. Bisa dengan tenaga Anda, bisa dengan ide Anda, bisa dengan waktu Anda, atau apa pun yang Anda miliki. Yang penting jangan hanya mau diberi tanpa memberi.

Dia yang mau-nya hanya yang gratis, memiliki kesempatan kecil untuk menjadi mampu membeli.
Mario Teguh

Mungkin Anda berpikir, saya mengatakan ini supaya Anda membeli produk saya. Saya memang membuat produk yang saya yakini membantu Anda. Tapi bukan itu intinya, silahkan Anda membeli produk-produk yang dibuat oleh orang lain. Yang penting adalah Anda jangan memiliki mental gratisan, karena kerugian yang akan Anda dapatkan jauh lebih besar dibanding penghematan Anda.

OK, jadi ada lima hal yang jangan Anda lakukan jika Anda mau sukses dalam
pengembangan diri.

diambil dari

kisah dua tukang sol

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.

Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.

Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.

“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.

“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.

“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.

“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”

“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.

“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.

“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.

“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.

Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.

“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”

Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.

Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,

“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”

Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,

“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”

“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.

“Abang yakin?”

“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.

“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.

“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.

Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.

“Apa kabar mang Udin?”

“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.

Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,

“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”

“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.

“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.

Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,

“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”

“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.

Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.

“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.

Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.

“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.

“Tidak.”

“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”

Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.

“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.

“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”

Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.

Sabtu, 16 Juli 2011

teladan hari ini

motivasi adalah sesuatu yang membuat anda memulai,...
kebiasaan adalah sesuatu yang membuat anda melanjutkan. keberhasilan itu dihasilkan dari 99% kerja keras dan satu %bakat. lingkungan jauh lebih mempengaruhi sifat sifat seseorang dibandingkan gen, gen penyusunnya,..


Bulan Sya'ban

assalamualaikum, tak terasa beberapa hari lagi kitamemasuki bulan ramadhan, namun sebelum kita memasuki bulan ramadhan, ada satu bulan yang perlu kita ketahui dan kita pahami, yakni bulan sya'ban. artikel ini admin share dari perpustakaan islam, berikut linknya , ok sahabat SKI semua, lets check this out,..
Sya’ban adalah nama bulan. Dinamakan Sya’ban karena orang-orang Arab pada bulan tersebut yatasya’abun (berpencar) untuk mencari sumber air. Dikatakan demikian juga karena mereka tasya’ub (berpisah-pisah/terpencar) di gua-gua. Dan dikatakan sebagai bulan Sya’ban juga karena bulan tersebut sya’aba (muncul) di antara dua bulan Rajab dan Ramadhan. Jamaknya adalah Sya’abanaat dan Sya’aabiin.

Shaum di bulan Sya’ban
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 1833, Muslim No. 1956). Dan dalam riwayat Muslim No.1957 : ”Adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa pada bulan Sya’ban semuanya. Dan sedikit sekali beliau tidak berpuasa di bulan Sya’ban.”

Sebagian ulama di antaranya Ibnul Mubarak dan selainnya telah merajihkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam tidak pernah penyempurnakan puasa bulan Sya’ban akan tetapi beliau banyak berpuasa di dalamnya. Pendapat ini didukung dengan riwayat pada Shahih Muslim No. 1954 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata: “Saya tidak mengetahui beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan.” Dan dalam riwayat Muslim juga No. 1955 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: “ Saya tidak pernah melihatnya puasa satu bulan penuh semenjak beliau menetap di Madinah kecuali bulan Ramadhan.” Dan dalam Shahihain dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: “Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa asatu bulan penuh selain Ramadhan.” (HR. Bukhari No. 1971 dan Muslim No.1157). Dan Ibnu Abbas membenci untuk berpuasa satu bulan penuh selain Ramadhan. Berkata Ibnu Hajar: Shaum beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam pada bulan Sya’ban sebagai puasa sunnah lebih banyak dari pada puasanya di selain bulan Sya’ban. Dan beliau puasa untuk mengagungkan bulan Sya’ban.

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: “Saya berkata: “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasanmu di bulan Sya’ban.” Maka beliau bersabda: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul ‘alamin. Dan saya suka untuk diangkat amalan saya sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i, lihat Shahih Targhib wat Tarhib hlm. 425). Dan dalam sebuah riwayat dari Abu Dawud No. 2076, dia berkata: “Bulan yang paling dicintai Rasulullah untuk berpuasa padanya adalah Sya’ban kemudian beliau sambung dengan Ramadhan.” Dishahihkan oleh Al-Albani, lihat Shahih Sunan Abi Dawud 2/461.

Berkata Ibnu Rajab: Puasa bulan Sya’ban lebih utama dari puasa pada bulan haram. Dan amalan sunah yang paling utama adalah yang dekat dengan Ramadhan sebelum dan sesudahnya. Kedudukan puasa Sya’ban diantara puasa yang lain sama dengan kedudukan shalat sunah rawatib terhadap shalat fardhu sebelum dan sesudahnya, yakni sebagai penyempurna kekurangan pada yang wajib. Demikian pula puasa sebelum dan sesudah Ramadhan. Maka oleh karena sunah-sunah rawatib lebih utama dari sunah muthlaq dalam shalat maka demikian juga puasa sebelum dan sesudah Ramadhan lebih utama dari puasa yang jauh darinya.

Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam: “Sya’ban bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan”, menunjukkan bahwa ketika bulan ini diapit oleh dua bulan yang agung –bulan haram dan bulan puasa- manusia sibuk dengan kedua bulan tersebut sehingga lalai dari bulan Sya’ban. Dan banyak di antara manusia mengganggap bahwa puasa Rajab lebih utama dari puasa Sya’ban karena Rajab merupakan bulan haram, padahal tidak demikian. Dalam hadits tadi terdapat isyarat pula bahwa sebagian yang telah masyhur keutamaannya baik itu waktu, tempat ataupun orang bisa jadi yang selainnya lebih utama darinya.

Dalam hadits itu pula terdapat dalil disunahkannya menghidupkan waktu-waktu yang manusia lalai darinya dengan ketaatan. Sebagaimana sebagian salaf, mereka menyukai menghidupkan antara Maghrib dan ‘Isya dengan shalat dan mereka mengatakan saat itu adalah waktu lalainya manusia. Dan yang seperti ini di antaranya disukainya dzikir kepada Allah ta’ala di pasar karena itu merupakan dzikir di tempat kelalaian di antara orang-orang yang lalai. Dan menghidupkan waktu-waktu yang manusia lalai darinya dengan ketaatan punya beberapa faedah, di antaranya:
Menjadikan amalan yang dilakukan tersembunyi. Dan menyembunyikan serta merahasiakan amalan sunah adalah lebih utama, terlebih-lebih puasa karena merupakan rahasia antara hamba dengan rabbnya. Oleh karena itu maka dikatakan bahwa padanya tidak ada riya’. Sebagian salaf mereka berpuasa bertahun-tahun tetapi tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Mereka keluar dari rumahnya menuju pasar dengan membekal dua potong roti kemudian keduanya disedekahkan dan dia sendiri berpuasa. Maka keluarganya mengira bahwa dia telah memakannya dan orang-orang di pasar menyangka bahwa dia telah memakannya di rumahnya. Dan salaf menyukai untuk menampakkan hal-hal yang bisa menyembunyikan puasanya.

Dari Ibnu Mas’ud dia berkata: “Jika kalian akan berpuasa maka berminyaklah (memoles bibirnya dengan minyak agar tidak terkesan sedang berpuasa).” Berkata Qatadah: “Disunahkan bagi orang yang berpuasa untuk berminyak sampai hilang darinya kesan sedang berpuasa.”

Demikian juga bahwa amalan shalih pada waktu lalai itu lebih berat bagi jiwa. Dan di antara sebab keutamaan suatu amalan adalah kesulitannya/beratnya terhadap jiwa karena amalan apabila banyak orang yang melakukannya maka akan menjadi mudah, dan apabila banyak yang melalaikannya akan menjadi berat bagi orang yang terjaga. Dalam shahih Muslim No. 2948 dari hadits Ma’qal bin Yassar: “Ibadah ketika harj sepeti hijarah kepadaku.” Yakni ketika terjadinya fitnah, karena manusia mengikuti hawa nafsunya sehingga orang yang berpegang teguh akan melaksanakan amalan dengan sulit/berat.

Ahli ilmu telah berselisih pendapat tentang sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban ke dalam beberapa perkataan:

1. Beliau disibukkan dari puasa tiga hari setiap bulan karena safar atau hal lainnya. Maka beliau mengumpulkannya dan mengqadha’nya (menunaikannya) pada bulan Sya’ban. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam apabila mengamalkan suatu amalan sunah maka beliau menetapkannya dan apabila terlewat maka beliau mengqadha’nya.

2.Dikatakan bahwa istri-istri beliau membayar hutang puasa Ramadhannya pada bulan Sya’ban sehingga beliaupun ikut berpuasa karenanya. Dan ini berkebalikan dengan apa yang datang dari ‘Aisyah bahwa dia mengakhirkan untuk membayar hutang puasanya sampai bulan Sya’ban karena sibuk (melayani) Rasulullah.
3.Dan dikatakan bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa karena pada bulan itu manusia lalai darinya. Dan pendapat ini yang lebih kuat karena adanya hadits Usamah yang telah disebutkan tadi yang tercantum di dalamnya: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan.” (HR. Nasa’i. Lihat Shahihut Targhib wat Tarhib hlm. 425).

Dan adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam apabila masuk bulan Sya’ban sementara masih tersisa puasa sunah yang belum dilakukannnya, maka beliau mengqadha’nya pada bulan tersebut sehingga sempurnalah puasa sunah beliau sebelum masuk Ramadhan –sebagaiman halnya apabila beliau terlewat sunah-sunah shalat atau shalat malam maka beliau mengqadha’nya-. Dengan demikian ‘Aisyah waktu itu mengumpulkan qadha’nya dengan puasa sunahnya beliau. Maka ‘Aisyah mengqadha’ apa yang wajib baginya dari bulan Ramadhan karena dia berbuka lantaran haid dan pada bulan-bulan lain dia sibuk (melayani) Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam. Maka wajib untuk diperhatikan dan sebagai peringatan bagi orang yang masih punya utang puasa Ramadhan sebelumnya untuk membayarnya sebelum masuk Ramadhan berikutnya. Dan tidak boleh mengakhirkan sampai setelah Ramadhan berikutnya kecuali karena dharurat, misalnya udzur yang terus berlanjut sampai dua Ramadhan. Maka barang siapa yang mampu untuk mengqadha’ sebelum Ramadhan tetapi tidak melakukannya maka wajib bagi dia di samping mengqadha’nya setelah bertaubat sebelumnya untuk memberi makan orang-orang miskin setiap hari, dan ini adala perkataannya Malik, Asy-Syafi’i dan Ahmad.

Demikian juga termasuk faedah dari puasa di bulan Sya’ban adalah bahwa puasa ini merupakan latihan untuk puasa Ramadhan agar tidak mengalami kesulitan dan berat pada saatnya nanti. Bahkan akan terbiasa sehingga bisa memasuki Ramadhan dalam keadaan kuat dan bersemangat.

Dan oleh karena Sya’ban itu merupakan pendahuluan bagi Ramadhan maka di sana ada pula amalan-amalan yang ada pada bulan Ramadhan seperti puasa, membaca Al-Qur’an, dan shadaqah. Berkata Salamah bin Suhail: “Telah dikatakan bahwa bulan Sya’ban itu merupakan bulannya para qurra’ (pembaca Al-Qur’an).” Dan adalah Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Sya’ban dia berkata: “Inilah bulannya para qurra’.” Dan ‘Amr bin Qais Al-Mula’i apabila masuk bulan Sya’ban dia menutup tokonya dan meluangkan waktu (khusus) untuk membaca Al-Qur’an.

Puasa pada Akhir bulan Sya’ban
Telah tsabit dalam Shahihain dari ‘Imran bin Hushain bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda: “Apakah engkau berpuasa pada sarar (akhir) bulan ini?” Dia berkata: “Tidak.” Maka beliau bersabda: “Apabila engkau berbuka maka puasalah dua hari.” Dan dalam riwayat Bukhari: “Saya kira yang dimaksud adalah bulan Ramadhan.” Sementara dalam riwayat Muslim: “Apakah engkau puasa pada sarar (akhir) bulan Sya’ban?” (HR. Bukhari 4/200 dan Muslim No. 1161).

Telah terjadi ikhtilaf dalam penafsiran kata sarar dalam hadits ini, dan yang masyhur maknanya adalah akhir bulan. Dan dikatakan sararusy syahr dengan mengkasrahkan sin atau memfathahkannya dan memfathahkannya ini yang lebih benar. Akhir bulan dinamakn sarar karena istisrarnya bulan (yakni tersembunyinya bulan).

Apabila seseorang berkata, telah tsabit dalam Shahihain dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa salla, beliau bersabda: “Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari sebelumnya kecuali orang yang terbiasa berpuasa maka puasalah.” (HR. Bukhari No. 1983 dan Muslim No. 1082), maka bagimana kita mengkompromikan hadits anjuran berpuasa (Hadits ‘Imran bin Hushain tadi) dengan hadits larangan ini?

Berkata kebanyakan ulama dan para pensyarah hadits: Sesungguhnya orang yang ditanya oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam ini telah diketahui oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bahwa dia ini terbiasa berpuasa atau karena dia punya nadzar sehingga diperintahkan untuk membayarnya.

Dan dikatakan bahwa dalam masalah ini ada pendapat lain, dan ringkasnya bahwa puasa di akhir bulan Sya’ban ada pada tiga keadaan:

1.Berpuasa dengan niat puasa Ramadhan sebagai bentuk kehati-hatian barangkali sudah masuk bulan Ramadhan. Puasa seperti ini hukumnya haram.

2.Berpuasa dengan niat nadzar atau mengqadha’ Ramadhan yang lalu atau membayar kafarah atau yang lainnya. Jumhur ulama membolehkan yang demikian.

3.Berpuasa dengan niat puasa sunah biasa. Kelompok yang mengharuskan adanya pemisah antara Sya’ban dan Ramadhan dengan berbuka membenci hal yang demikian, di antaranya adalah Hasan Al-Bashri –meskipun sudah terbiasa berpuasa- akan tetapi Malik memberikan rukhsah (keringanan) bagi orang yang sudah terbiasa berpuasa. Asy-Syafi’i, Al-Auzai’, dan Ahmad serta selainnya memisahkan antara orang yang terbiasa dengan yang tidak.
Secara keseluruhan hadits Abu Hurairah tadilah yang digunakan oleh kebanyakan ulama. Yakni dibencinya mendahului Ramadhan dengan puasa sunah sehari atau dua hari bagi orang yang tidak punya kebiasaan berpuasa, dan tidak pula mendahuluinya dengan puasa pada bulan Sya’ban yang terus-menerus bersambung sampai akhir bulan.

Apabila seseorang berkata, kenapa puasa sebelum Ramadhan secara langsung ini dibenci (bagi orang-orang yang tidak punya kebiasaan berpuasa sebelumnya)? Jawabnya adalah karena dua hal:

Pertama: agar tidak menambah puasa Ramadhan pada waktu yang bukan termasuk Ramadhan, sebagaimana dilarangnya puasa pada hari raya karena alasan ini, sebagai langkah hati-hati/peringatan dari apa yang terjadi pada ahli kitab dengan puasa mereka yaitu mereka menambah-nambah puasa mereka berdasarkan pendapat dan hawa nafsu mereka. Atas dasar ini maka dilaranglah puasa pada yaumusy syak (hari yang diragukan). Berkata Umar: Barangsiapa yang berpuasa pada hari syak maka dia telah bermaksiat kepada Abul Qasim shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam. Dan hari syak adalah hari yang diragukan padanya apakah termasuk Ramadhan atau bukan yang disebabkan karena adanya khabar tentang telah dilihatnya hilal Ramadhan tetapi khabar ini ditolak. Adapun yaumul ghaim (hari yang mendung sehingga tidak bisa dilihat apakah hilal sudah muncul atau belum maka di antara ulama ada yang menjadikannya sebagai hari syak dan terlarang berpuasaa padanya. Dan ini adalah perkataaan kebanyakan ulama.

Kedua: Membedakan antara puasa sunah dan wajib. Sesungguhnya membedakan antara fardlu dan sunah adalah disyariatkan. Oleh karenanya diharamkanlah puasa pada hari raya (untuk membedakan antara puasa Ramadhan yang wajib dengan puasa pada bulan Syawwal yang sunnah). Dan Rasulullah melarang untuk menyambung shalat wajib dengan dengan shalat sunah sampai dipisahkan oleh salam atau pembicaraan. Terlebih-lebih shalat sunah qabliyah Fajr (Shubuh) maka disyari’atkan untuk dipisahkan/dibedakan dengan shalat wajib. Karenanya disyariatkan untuk dilakukan di rumah serta berbaring-baring sesaat sesudahnya. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam ketika melihat ada yang sedang shalat qabliyah kemudian qamat dikumandangkan, beliau berkata kepadanya: “Apakah shalat shubuh itu empat rakaat?” (HR. Bukhari No.663).
Barangkali sebagian orang yang jahil mengira bahwasanya berbuka (tidak berpuasa) sebelum Ramadhan dimaksudkan agar bisa memenuhi semua keinginan (memuaskan nafsu) dalam hal makanan sebelum datangnya larangan dengan puasa. Ini adalah salah/keliru dan merupakan kejahilan dari orang yang berparasangka seperti itu. Wallahu ta’ala a’lam.

Maraji’: Lathaaiful Ma’arif fi ma Limawasimil ‘Aami minal Wadhaaif, Ibnu Rajab Al-Hambali.
Al-Ilmam bi Syai’in min Ahkamish Shiyam, ‘Abdul ‘Aziz Ar-Rajihi.

(Diterjemahkan dari artikel berjudul Haula Syahri Sya’ban di www.islam-qa.com oleh Abu Abdurrahman Umar Munawwir)

Senin, 04 Juli 2011

Jangan selalu iri, kitapun punya kelebihan

Maksimalkan Kelebihan dan Kekuatan Yang Kita Punya!


Simak ilustrasi berikut
Seekor kura-kura terlihat sedang berjalan sendirian di tepi hutan, ia berjalan lamban dan kurang bersemangat. Rupanya ia iri dengan kemampuan si Rusa yang bisa berlari cepat sedangkan ia hanya bisa berjalan lamban sekali. Si rusa mengabarkan bahwa si Raja Hutan sedang kelaparan dan ingin memangsa siapa saja yang ditemuinya. Melihat si Kura-Kura yang lamban ia mengatakan, wah kalo si Raja Hutan bertemu denganmu pasti kamu akan menjadi santapannya, karena berlari saja kamu tidak mampu. Mendengar perkataan si Rusa maka Kura-Kura pun minta tolong untuk diajarkan bagaimana cara berlari cepat sehingga bisa terhindar dari ancaman si Raja Hutan.

Rusapun mengajarkan cara berlari yang cepat untuk menghindar dari terkaman si Raja Hutan. Kura-kura belajar siang dan malam tanpa lelah, namun meskipun berusaha sekeras mungkin tetap saja ia berlari tidak secepat rusa.

Suatu hari, tanpa sengaja si Kura-Kura bertemu dengan si Raja Hutan. Melihat si Raja Hutan yg sedang kelaparan dan siap memangsanya, si Kura-Kura berlari secepat yg ia bisa, namun jalan si Kura-Kura terlihat malah aneh dan si Raja Hutan malah tertarik untuk menangkapnya. Ia pun menangkap dan mempermainkan si Kura-Kura dengan cakarnya yg tajam. Akhirnya si Kura-Kura pasrah dan menarik seluruh anggota tubuhnya ke dalam tempurung sambil berdiam diri menunggu eksekusi si Raja Hutan.

Si Raja hutan berusaha dengan segala cara untuk menghancurkan tempurung Kura-Kura dengan kukunya yang tajam, dan dengan gigitan-gigitannya, namun tempurung itu sangat kuat, kokoh laksana baja. Akhirnya si Raja Hutan menyerah dan meninggalkan Kura-Kura bersama tempurungnya.

Kejadian itu rupanya diamati oleh seekor monyet yang ada di atas pohon. Si Monyet memberitahu Kura-Kura bahwa ia selamat dan si Raja Hutan telah meninggalkannya dengan frustasi. Beruntung kamu Kura-Kura karena kamu mempunyai tempurung yang kuat sebagai pelindungmu, tanpa harus berssusah payah untuk lari atau memanjat pohon seperti kami, ujar si Monyet.

"Demikianlah setiap makhluk mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing sebagaimana diri kita. Janganlah terlalu fokus pada kelebihan orang lain, sampai anda melupakan untuk memaksimalkan kelebihan yang anda punya. Bersyukurlah atas apa yang kita punya dan jangan hanya memikirkan kelemahan diri kita, tetapi di balik kelemahan pasti ada kelebihan yang orang lain belum tentu punya"

Agar saya selalu termotivasi

Bagaimana agar terus termotivasi, itulah pertanyaan yang sering diajukan teman2 di seminar, kajian dan sebagainnya,.. di bawah ini ane ambilkan sebuah treat dari kaskus. Lets cekidot
1. Setiap orang punya apa yang mau dia capai, yang mau dia miliki. Rumah besar, mobil bagus, suami ganteng-sukses, istri cantik-baik. Atau bahkan jadi Direktur, punya perusahaan sendiri, dll


2. Setiap orang ngga ada yang mau orang miskin. Ngga ada yang mau tinggal di kolong jembatan dengan perut lapar karena ngga tau mesti makan apa hari ini dan besok.

Jadi, camkan kedua hal ini. Kedua hal inilah yang seharusnya dapat memotivasi diri Agan sendiri. "Inspirasi bisa didapat dari mana aja, tapi MOTIVASI sesungguhnya hanya bisa didapat dari DIRI SENDIRI".

Percaya deh, kalau Agan selalu mengingat kedua hal di atas, Agan ngga akan malas-malasan. Tiap lagi malas, tanya ke diri Agan, "Apa gua masih meraih apa yang gua impikan selama ini? DAN apakah gua mau hidup miskin di kolong jembatan?"

Ingatlah 'teori' POSITIVE AND "NEGATIVE" MOTIVATION ini di benak Agan!

See you ON TOP!

apakah anda bahagia,...???

assalamualaikum, halo sobat ski semua, senang rasanya bisa kembali mengisi postingan yang sudah cukup lama vakum,..hehee, langsung saja,.artikel yg admin ambil dari kaskus,.lets cekidot,..

Ada beragam cara untuk bisa merasakan kebahagiaan. Anda bisa merasa bahagia ketika keinginan dan cita-cita Anda terpenuhi. Anda bahagia ketika Anda sedang berada dalam kondisi sehat dan tidak diberikan sakit oleh Yang Maha Kuasa. Anda bahagia ketika kebutuhan Anda dan keluarga bisa terpenuhi. Anda bahagia ketika pasangan Anda begitu mencintai dan menyayangi Anda. Dan masih banyak lagi hal yang sejatinya bisa membawa kebahagiaan untuk Anda.



Namun demikian, tak jarang kita temui orang-orang yang dilimpahi sekian banyak alasan untuk bisa bahagia, tetapi nyatanya ia tidak bisa merasakan kebahagiaan. Mengapa demikian?
Ada sebuah kalimat bijak yang patut kita renungkan,
“Bukan bahagia yang membuat Anda bersyukur, melainkan bersyukur yang membuat Anda bahagia.”
Dalam hidup ini, pasti ada yang akan Anda miliki, dan ada pula yang cukup Anda lihat sebagai milik orang lain. Ada yang datang, dan ada pula yang pergi.
Dalam hidup ini, pasti Anda akan berhasil pada satu dan beberapa hal, tapi boleh jadi Anda gagal dalam satu dan beberapa hal.
Dalam hidup ini, Anda akan tertawa dan Anda juga akan menangis. Maka bagaimana Anda memaknai hidup Anda, terkadang itulah yang justru menipu Anda.
Mengapa anda tidak bahagia
Pertama, Anda membanding-bandingkan hidup Anda dengan orang lain sehingga yang muncul adalah “rumput tetangga terlihat lebih hijau” di mata Anda. Ini menyebabkan Anda tidak henti-hentinya ngiler melihat kehidupan orang lain. Walhasil, Anda pun merasa kehidupan Anda saat ini tidak lagi menyenangkan dan membahagiakan.
Kedua, yang membuat Anda tak bahagia adalah karena Anda sering berandai-andai tentang masa lalu. Misalnya, “Jika saya dulu … [baca: titik-titik-titik]”. Beragam pilihan hidup yang telah Anda ambil Anda sesali, hidup Anda pun lebih sering diisi dengan “nostalgia” masa lalu yang jelas-jelas tak mungkin akan kembali. Anda pun menjadi setengah hati menjalani kehidupan Anda saat ini.
Sejatinya setiap orang diberikan takaran waktu yang sama setiap harinya: 24 jam! Itulah waktu yang saya jalani dan waktu yang sama itu pula yang Anda jalani. Semoga di waktu yang terus berjalan dan tidak akan kembali ini, kita bisa melewatinya dengan sibuk mensyukuri segala hal yang kita alami, serta sibuk memperkaya arti kehadiran diri kita di muka bumi.
Mari kita syukuri apa yang Anda miliki saat ini… Bila tidak, maka bersiaplah untuk menderita…

Kamis, 02 Juni 2011

Inilah yang harusnya kita lakukan saat kita berumur 20 tahunan.

jumpa lagi sahabat SKI, dalam kesempatan kali ini admin mau memposting sesuatu tentang masa depan kita, lebih tepatnya visi, admin ambil dari kaskus gan, nih link nya, , postingan kali ini admin tidak bermaksud membuat sahabat ski semua menjadi orang yang egois material dan sebagainya. tapi marilah kita ambil sisi positifnya. secara implisit islam mengajarkan kita untuk menjadi seorang yang kaya, seorang interpreuner. nabi kita saja adalah seorang interpreuner, 20 th beliau menjadi seeorang interpreuner, sebelum menjadi seorang nabi yang lamanya 40 th. belum dikatakan kaya seseorang apabila disekelilingnya masih terdapat orang yang perlu pertolongan (kurang mampu). marilah kita selalu menjadi pribadi yang dermawan dan murah hati. ok gan langsung saja, lets cekidot,.!!

Waktu berlalu dengan cepat. Tampaknya baru kemarin kita berusia 12 tahun, sedang bermain sepeda di sekitar rumah. Saat berusia 22 tahun, banyak yang memutuskan untuk menikah dan berhenti sekolah, dan dengan uang pinjaman yang ada, banyak yang berpikir akan menjadi milioner saat berusia 30 tahun. Atau sejelek-jeleknya usia 35 tahun. Namun pada realitanya, segala sesuatu tidak berjalan semulus rencana.

Jika saat ini anda berusia 40 tahun, ada beberapa hal yang sebaiknya anda katakan kepada diri anda yang sedang berusia 22 tahun.
1. selesaikan pendidikan anda.
Jangan berhenti. Mungkin anda merasa bosan sekarang, namun jangan sampai anda berada pada situasi dimana anda tidak menyukai pekerjaan anda, namun anda tidak dapat berhenti. Menyelesaikan gelar sarjana akan membukakan anda pintu terhadap lebih banyak kesempatan.

2.uang tidak membusuk, simpanlah, (investasi)
Mulailah berinvestasi sejak dini. Berapa banyak barang yang anda miliki untuk menunjukan jumlah uang yang anda habiskan semasa sekolah dan kuliah? Jika anda investasikan separuhnya saja, anda akan memiliki banyak pada masa paruh baya anda. Berinvestasilah sejak dini.

3.jangan beli rumah pertama yang anda lihat.
Belilah yang termurah dengan lingkungan yang paling baik.

4.bangunlah kebiasaan untuk hidup sesuai anggaran
Hal penting yang harus anda ingat adalah: hidup sesuai anggaran atau budget tidak memenjarakan atau membatasi anda, namun untuk memastikan kebebasan anda suatu saat kelak.

5.belajarlah untuk bernegoisasi dalam segala hal.
Belajar negosiasi akan menyelamatkan uang anda dalam jumlah besar. Selalu siap untuk belajar dan keluar dari suatu situasi.

6.Pastikan anda dilindungi asuransi kesehatan setiap saat.
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita di masa yang akan datang nanti.. Sekarang kita sehat, belum tentu 4-5 tahun kedepannya kita masih akan dalam keadaan yang sebaik itu. paling tidak, lakukanlah tindakan-tindakan preventif sebelum menyesal di kemudian harinya. salah satunya, asuransikan (minimal diri anda sendiri) masa depan anda. dengan kata lain, saat anda membutuhkan sesuatu yang tidak terduga, anda tidak perlu terlalu khawatir karenannya. Namun, ingat! "Cermat cermatlah dalam memilih asuransi!" karena, tidak sedikit yang tertipu karena muslihatnya. Kesan baik di awal namun buruk pada akhirnya. (TS pernah bekerja di salah satu Biro Asuransi swasta) Saran dari ane, pilihlah asuransi yang memberikan jaminan LOGIS! dan jangan pernah tergiur dengan janji manis dalam bentuk bunga. karena Asuransi bukanlah lembaga semacam Bank!

7. Waktu berkualitas di kantor memang penting, namun jumlah waktu anda di rumah-lah yang terpenting.
Bos anda tidak akan perduli dengan keluarga anda. Namun keluarga tetap ada setelah anda lama meninggalkan pekerjaan anda. Jadi sebaiknya utamakan keluarga anda.

8. Jangan dengarkan mereka yang mengatakan bahwa ada jalan singkat menuju kekayaan.
Kekayaan tercipta karena anda berhasil menawarkan sesuatu yang menarik dan bernilai kepada mereka yang memintanya. Pelajaran penting disini adalah: carilah tau permintaan yang belum dipenuhi dan pelajari bagaimana cara memenuhinya.

9. Pastikan pasangan anda memiliki nilai yang sama dengan diri anda.
Hal yang satu ini dapat menjadi penentu kebahagiaan anda. Bicarakanlah dengan pasangan anda, nilai yang penting pada kehidupan anda yang harus diajarkan kepada anak-anak, walaupun anda tidak berencana memilikinya.

10. Belajar membangun jaringan.
Belajarlah untuk terus berhubungan dengan teman lama. Belajarlah untuk meminta pertolongan tanpa terlihat sedang melakukannya. Lihatlah bagaimana orang lain membangun jaringan. Ingatlah, yang penting adalah bukan apa yang anda tau, tetapi apa yang dapat anda lakukan dengan apa yang anda tau. Dan yang lebih penting lagi, bukan siapa yang anda kenal, melainkan siapa yang kenal anda. Belajarlah untuk membangun jaringan tanpa mengharapkan imbalan.

11. Never accept a job just because the pay is higher.
Jangan menerima sebuah pekerjaan hanya karena ia memiliki bayaran yang lebih tinggi. Hidup bukan hanya tentang uang. Kenyamanan hati adalah kunci dari sebuah kesuksesan. Jika pekerjaan anda memberikan Income yang besar, namun anda tidak pernah nyaman dengan pekerjaan tersebut. Sebenarnya itu adalah Penyakit yang akan menghancurkan diri anda sendiri lama kelamaan.

12. Percaya, namun pastikan.
Anda dapat percaya dengan apa yang diajarkan, anda dengar, dan baca sewaktu kecil. Namun sekarang, anda terus harus melakukan pengecekan terhadap referensi, menanyakan pertanyaan, dan mencari jawaban. Janganlah menjadi seorang sinis, namun pastikan segala sesuatunya. Pelajaran penting: pastikan anda tau anda sedang berurusan dengan siapa dan apa motivasinya.

Pelajari apa yang memotivasi diri anda. Pelajari apa yang memotivasi pasangan anda dan anak anda. Pelajari apa yang memotivasi teman dan teman kerja anda, bos anda, bos dari bos anda. Jangan pernah berhenti belajar, dan bertumbuh.


Sabtu, 28 Mei 2011

JUMPA LAGI,..!!!

Assalamualaikum wr wb,….40,.!!!, (pasti pada bingung dan memikirkan adminnya, lagi musmet, ato mikirin yang lainnya),,…
Satu jempol buat anda, satu saja yang satunya admin simpan. Setelah beberapa waktu blog ini sepi, akhirnya pada hari ini, admin berhasil memposting postingan baru yang layak untuk diperbincangkan,..lhoh, kya infotainment saja,..hehe
Yow,.bagaimana kabarnya, bagaimana UTS nya sobat SKI semua,..
Okelah ndak perlu sobat semua memberitahukan saya, cukuplah disimpan dalam hati saja,.
Ok sobat semua, dalam bulan mei ini SKI ada kegiatan kajian pengurus SKI ( gabunagn), dan di bulan juni ada proker2 juga. Khusus special nanti di bulan ramadhan ski al a’laa, ada proker di panti asuhan dan di analis, sekaligus nanti ada syawalan. Intinya SKI al a’laa ingin memberikan sesuatu (ilmu yang bermanfaat) bagi adek2 di panti asuhan.
Ok. Tunggu postingan – postingan ane selanjutnya, ..wassalamualaikum wr wb.



DO YOU KNOW


Bila anda tidak mengetahui kemana anda sedang menuju, maka bergeraklah seperti anda sedang menuju kepada sesuatu yang besar, perjalanan panjang di dunia dan perjalanan menuju ruang sebelah, meiliki awal yang sama. Yaitu satu langkah pertama. Itu sebabnya, langkah pertama adalah hal yang paling penting dari keseluruhan proses pencapaian impian – impian anda.
Sadarilah bahwa tidak ada langkah keseribu, bila tidak ada langkah pertama. Tetapi, janganlah heran bila anda menemukan pribadi – pribadi yang mampu menghawatirkan hal – hal yang akan terjadi pada langkah keseribu-tanpa mampu memaksa diri mereka membuat langkah yang pertama.
Bila anda membuat ,langkah pertama itu dengan gerakan seperti anda sedang menuju kepada sesuatu yang besar-anda sebetulnya sedang mengundang kekuatan – kekuatan besar untuk menjadikan perjalannan anda sebuah perjalanan yang bernilai dan penting.
(Mario teguh, one million 2nd chance, November 2006)

I CAN’T DANCE BUT I’II DANCE ANYWAY


Saya tidak bisa menari, tetapi saya akan tetap menari.
Hanya karena saya tidak bisa menari, tidak berarti saya tidak akan menari.
Saya tidak harus ahli dalam melakukan sesuatu untuk melakukannya, karena saya akan membangun keahlian itu dengan melakukannya.
Saya yakin sekali bahwa keterampilan dalam melakukan datang dari melakukan. Semakin sering saya melakukan sesuatu, semakin ahli saya dalam hal itu, dan semakin banyak yang saya lakukan, semakin banyak keahlian saya.
Tetapi saya tidak harus ahli dalam berbagai hal untuk berhasil…
Tugas saya adalah menemukan satu hal yang dapat saya lakukan dengan sangat baik, dan yang dapat mendatangkan keuntungan bagi orang lain, dan semakin banyak orang yang dapat saya untungkan- semakin besar kesempatan saya untuk mencapai tempat – tempat naiki yang baik.
(Mario tegu, one million 2nd chance, November 2006)